Pembukaan KKN III STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro Tekankan Peran Nyata Mahasiswa di Tengah Masyarakat

Bojonegoro — Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), STIKes Rajekwesi Bojonegoro secara resmi menggelar Pembukaan Kuliah Kerja Nyata III (KKN III) pada Selasa, 7 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro dan diikuti oleh 82 mahasiswa dari berbagai program studi.

Kegiatan ini berlangsung tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. Para tamu undangan hadir tepat waktu serta mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian. Mahasiswa peserta KKN menunjukkan sikap disiplin, sopan, serta semangat kebersamaan dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Pembukaan KKN III ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Dra. Hj. Nurul Azizah, MM., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Camat Balen, Danramil Balen, Kapolsek Balen, unsur Forkopimcam, serta Kepala Desa Balen beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro, Dra. Hj. Nurul Azizah, MM., berpesan agar mahasiswa KKN turut berperan aktif dalam pendataan sosial dan kesehatan masyarakat Desa Margomulyo. Ia menekankan pentingnya pendataan warga bebas Tuberkulosis (TBC), usia produktif yang belum mengenyam pendidikan, rumah yang belum teraliri listrik, rumah dengan lantai tanah yang belum diplester, lansia sebatang kara, serta jumlah kasus stunting.

“Saya berharap mahasiswa KKN dapat membantu melakukan pendataan masyarakat, mulai dari warga bebas TBC, anak usia produktif yang belum sekolah, rumah yang belum teraliri listrik, rumah dengan lantai tanah, hingga lansia sebatang kara dan data stunting. Data tersebut agar dikoordinasikan dengan puskesmas, khususnya untuk kasus TBC dan stunting, karena Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan bebas Tuberkulosis pada tahun 2026 dan memastikan setiap anak usia sekolah benar-benar mengenyam pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Evita Muslima Isnanda Putri, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa KKN III menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.

“Melalui keterlibatan mahasiswa S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, dan S1 Farmasi, kami berharap program KKN ini mampu bersinergi dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit, serta pengembangan desa sehat dan mandiri,” ujarnya.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diselenggarakan sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, maupun lingkungan, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang berjiwa sosial, bertanggung jawab, dan peduli terhadap pembangunan masyarakat.

Sebanyak 82 mahasiswa peserta KKN berasal dari Program Studi Sarjana Farmasi, Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, serta Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, yang siap diterjunkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran KKN.

Penulis: Rudi Tri Martono

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama