Bojonegoro — Program Studi D3 Keperawatan Angkatan 2024 STIKes Rajekwesi Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Presentasi Asuhan Keperawatan (Askep) yang meliputi bidang keperawatan jiwa, maternitas, anak, gawat darurat, komunitas, dan neonatus, pada Senin, 30 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang H STIKes Rajekwesi Bojonegoro dan diikuti oleh seluruh mahasiswa D3 Keperawatan Semester 3.
Kegiatan presentasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif pada berbagai siklus kehidupan serta situasi klinis. Melalui presentasi dan diskusi, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori dengan praktik keperawatan yang sesuai standar profesi.
Suasana kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif. Para peserta tampak memperhatikan jalannya presentasi dengan serius serta antusias dalam mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam memperdalam materi asuhan keperawatan.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan masukan dan penguatan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Ibu Wiwik Utami, M.Kes menyampaikan bahwa pendokumentasian asuhan keperawatan pada anak memerlukan seni tersendiri yang disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak, bahkan dapat dilakukan sambil bermain agar anak lebih kooperatif.
Sementara itu, Ibu Evita Muslima Isnanda Putri, S.Kep., Ns., M.Kep menekankan pentingnya komunikasi terapeutik dan pengkajian psikososial dalam keperawatan jiwa, sehingga perawat mampu menemukan masalah tunggal dan menentukan intervensi melalui strategi pelaksanaan yang tepat.
Dalam bidang maternitas, Ibu Siti Patonah, S.Kep., Ns., M.Kes menjelaskan bahwa siklus maternitas merupakan periode penentu kualitas generasi berikutnya. Oleh karena itu, seorang ibu dituntut untuk memahami dan mampu mengelola bayi hingga tumbuh menjadi anak yang sehat dan dewasa. “Siklus maternitas merupakan periode penentu bagi kualitas generasi berikutnya. Oleh karena itu, seorang ibu dituntut untuk memahami dan mampu mengelola bayinya dengan baik sejak dini agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat hingga dewasa.”, tambah Bu Patonah.
Untuk keperawatan gawat darurat, Bapak Ahmad Maftukhin, S.ST., M.Kes menyampaikan bahwa pengkajian harus dilakukan secara sistematis melalui Primary Survey yang meliputi Airway, Breathing, Circulation, Disability, dan Exposure, kemudian dilanjutkan dengan Secondary Survey yang mencakup S-A-M-P-L-E, pemeriksaan head to toe, serta pemeriksaan penunjang.
Selain itu, Ibu Titik Nuryanti, S.Kep., Ns., M.Kep menjelaskan bahwa asuhan keperawatan komunitas memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna karena perawat dituntut memandang individu sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. Tantangan utama dalam keperawatan komunitas adalah proses pengkajian yang kompleks, melelahkan, dan mencakup aspek sosial, budaya, lingkungan, serta ekonomi.
Adapun Ibu Novika Reza Ajeng Issa Putri, S.Kep., Ns., M.Kep menegaskan bahwa ketepatan pengkajian pada neonatus merupakan dasar utama dalam menentukan masalah keperawatan yang benar, karena kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan bayi.
Susunan acara kegiatan ini meliputi pembukaan oleh MC, presentasi asuhan keperawatan pada berbagai bidang, sesi tanya jawab, pemberian masukan dan saran dari dosen, serta penutup.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa D3 Keperawatan semakin terampil dalam melakukan pengkajian dan penyusunan asuhan keperawatan secara tepat, kritis, dan profesional sebagai bekal menghadapi praktik klinik di lapangan.

Posting Komentar