Bojonegoro, 8 September 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Rajekwesi Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, tersebut menyasar remaja di SMP Plus Al Asmanah, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Mengusung judul “KEREN (Kelor menjadi Es Puter Sehat dan Bergizi): Pemberdayaan Remaja melalui Pelatihan Pembuatan Es Puter Daun Kelor sebagai Inovasi Pangan Lokal Bergizi untuk Mencegah Anemia”, kegiatan ini memadukan edukasi kesehatan dengan praktik pengolahan pangan lokal yang bergizi dan menarik bagi remaja.
Kegiatan PKM dipimpin oleh Wiwik Utami, M.Kes., Ph.D. selaku ketua tim pengabdi, bersama anggota Raffiky Finandia Sutami, M.Tr.Keb., Titik Nuryanti, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dr. Rahmawati, M.Kes.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari adanya jejaring dan kerja sama yang telah terjalin antara tim pengabdi STIKes Rajekwesi Bojonegoro dengan pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah, Guru UKS, serta Perawat Desa Sumbertlaseh, Ibu Tutik. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terlaksananya kegiatan secara lancar dan sesuai dengan sasaran.
Kegiatan diikuti oleh sekitar 25 remaja SMP Plus Al Asmanah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai anemia. Setelah itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai anemia, mulai dari pengertian, penyebab, dampak, hingga upaya pencegahan anemia pada remaja.
Setelah sesi edukasi, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengetahui pemahaman mereka setelah mendapatkan materi. Kegiatan evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk melihat perubahan pengetahuan peserta terkait anemia.
Tidak hanya mendapatkan edukasi, para remaja juga diajak mengenal alternatif pangan lokal bergizi melalui demonstrasi pembuatan Es Puter Daun Kelor. Tim pengabdi memberikan contoh secara langsung tahapan pembuatan es puter berbahan dasar daun kelor yang kemudian dapat dipraktikkan oleh peserta.
Para peserta tampak antusias ketika diberikan kesempatan untuk mencoba dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan Es Puter Kelor. Kegiatan praktik tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus memberikan keterampilan kepada remaja dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih menarik, sehat, dan bernilai gizi.
Daun kelor dipilih sebagai bahan utama karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan bergizi. Melalui konsep KEREN, daun kelor diolah menjadi es puter sehingga lebih mudah diterima oleh remaja sebagai makanan yang menarik dan menyenangkan.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat tim pengabdi membagikan Es Puter Kelor untuk dicicipi. Para siswa tampak menikmati produk tersebut dan memberikan respons positif. Seluruh siswa yang mencicipi menyampaikan bahwa Es Puter Kelor memiliki rasa yang enak dan tekstur yang lembut.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan pola konsumsi pangan bergizi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterampilan mengolah daun kelor menjadi produk pangan yang disukai remaja diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi sederhana dalam pemanfaatan potensi pangan lokal.
Melalui kegiatan PKM bertajuk KEREN, STIKes Rajekwesi Bojonegoro berupaya menghadirkan pendekatan edukasi kesehatan yang lebih kreatif dan aplikatif. Pemberdayaan remaja melalui edukasi anemia dan praktik pengolahan pangan lokal diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mendukung kesehatan remaja, khususnya dalam upaya mencegah anemia sejak dini.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran STIKes Rajekwesi Bojonegoro dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi dengan sekolah dan tenaga kesehatan di tingkat desa.




Posting Komentar