Tim Dosen STIKes Rajekwesi Bojonegoro Lolos Pendanaan 2026, Fokus Pemberdayaan UKM Disabilitas Berbasis Herbal

 

Bojonegoro — Kabar membanggakan datang dari Tim STIKes Rajekwesi Bojonegoro berhasil lolos dalam Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Keberhasilan ini merupakan kelanjutan dari program hibah tahun 2025 yang sebelumnya telah dijalankan. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas agar mampu terlibat secara aktif dalam kegiatan yang berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi.

Tim pengusul program ini diketuai oleh apt. Rony Setianto, S.Si., M.Farm. (STIKes Rajekwesi Bojonegoro), dengan anggota Dewi Rochmayanti, SE., M.M. (STIE Cendekia Bojonegoro) dan apt. Belinda Arbitya D, S.Farm., M.Farm (STIKes Rajekwesi Bojonegoro). Selain itu, tim juga melibatkan mahasiswa yaitu Zaskia Nurul Fadillah (S1 Farmasi A23), Ricky Arianto Nugroho (S1 Farmasi A24), serta Aurora Oktapraja U.K (S1 Farmasi A23).

Pada tahap awal, program difokuskan pada aspek kesehatan melalui pengembangan aplikasi “Sadiba”. Aplikasi ini berfungsi untuk mencatat serta membantu mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, khususnya dalam upaya menjaga dan mencegah gangguan kesehatan dasar.

Memasuki tahun 2026, program dikembangkan lebih lanjut ke arah pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM) disabilitas. Program ini akan mendorong inovasi produk herbal berbasis evidence-based medicine. Selama ini, pelaku UKM disabilitas telah memproduksi makanan ringan seperti kue kering dan kerupuk. Ke depan, mereka akan dibekali kemampuan untuk mengembangkan produk herbal yang memiliki nilai tambah.

Selain itu, tim juga akan memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku yang sesuai standar, proses produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran. Kolaborasi lintas bidang turut memperkuat program ini, dengan kontribusi dari tim ekonomi serta tim farmasi yang berperan dalam pengembangan produk herbal.

Ketua tim, apt. Rony Setianto, S.Si., M.Farm., menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

“Program ini merupakan kelanjutan dari hibah tahun sebelumnya yang berfokus pada aspek kesehatan melalui aplikasi Sadiba. Tahun ini kami mengembangkan ke arah pemberdayaan ekonomi, khususnya penguatan UKM disabilitas melalui inovasi produk herbal berbasis evidence-based medicine. Harapan kami, program ini mampu meningkatkan kemandirian, memperluas peluang usaha, serta berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan di kalangan disabilitas di Bojonegoro,” ujarnya.

Melalui program ini, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Bojonegoro. Tidak hanya itu, program ini juga ditargetkan dapat mendukung peningkatan UMKM serta berkontribusi dalam upaya pengurangan angka kemiskinan, khususnya di kalangan disabilitas.

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama