Kolaborasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro dan Universitas Teknologi Surabaya Dorong Inovasi UMKM Bandeng Lamongan

 

Bojonegoro — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen STIKes Rajekwesi Bojonegoro dalam Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Selain tim yang diketuai oleh apt. Rony Setianto, S.Si., M.Farm., kali ini dosen STIKes Rajekwesi lainnya juga berhasil lolos dalam program bergengsi tersebut.

Adalah Wiwik Muhidayati, S.ST., M.Tr.Keb., yang turut menjadi bagian dari tim penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam program ini, ia tergabung dalam tim kolaborasi lintas perguruan tinggi yang diketuai oleh Wahyu Fahmi Rizaldy, S.H., M.H. dari Universitas Teknologi Surabaya.

Tim ini juga melibatkan anggota lain yaitu Devi Maya Sofa, S.E., M.Ak., Ak. (Universitas Teknologi Surabaya). Kolaborasi ini menjadi bukti kuat sinergi antar institusi pendidikan tinggi dalam mendorong inovasi dan pengembangan masyarakat berbasis keilmuan.

Adapun judul penelitian yang diusung adalah “Optimalisasi Produksi dan Kesesuaian Legalitas Komunitas UMKM Olahan Bandeng Sidokumpul Lamongan Melalui Inovasi Teknologi Autoklaf dan Ekspansi Pemasaran Digital.” Penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas produksi serta legalitas usaha UMKM, khususnya pada sektor olahan bandeng, dengan memanfaatkan teknologi tepat guna dan strategi pemasaran digital.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM, mulai dari peningkatan standar produksi, kepatuhan legalitas, hingga perluasan pasar. Dengan demikian, UMKM diharapkan dapat lebih kompetitif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Keberhasilan ini semakin memperkuat peran STIKes Rajekwesi Bojonegoro dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, capaian ini juga menunjukkan komitmen institusi dalam membangun kolaborasi yang berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama