Bojonegoro, 3 September 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Rajekwesi Bojonegoro bersama Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengenalan Anti Kekerasan Seksual dalam rangkaian PKKMB Raja Paramarta 2026 Hari Ke-4, Kamis (3/9/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium STIKES Rajekwesi Bojonegoro dan diikuti oleh mahasiswa baru serta seluruh panitia PKKMB Raja Paramarta 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada mahasiswa baru mengenai kekerasan seksual, mulai dari bentuk-bentuk kekerasan seksual, upaya pencegahan, hingga langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami maupun menemukan tindakan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana untuk mengenalkan keberadaan dan peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (SATGAS PPKPT).
Materi disampaikan oleh Ibu Apt. Belinda Arbitya Dewi, S.Farm., M.Farm. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Mahasiswa juga diberikan pemahaman agar mampu mengenali tindakan yang termasuk dalam kekerasan seksual, melakukan upaya pencegahan, serta tidak takut untuk melaporkan apabila mengalami atau menemukan tindakan kekerasan seksual. SATGAS PPKPT diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pendampingan dan penanganan yang tepat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Lila dan Ricky, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan CV narasumber oleh Neyza. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Apt. Belinda Arbitya Dewi, S.Farm., M.Farm. Peserta kemudian mengikuti sesi evaluasi dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator, sebelum ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan suasana yang tertib, antusias, dan penuh semangat. Mahasiswa baru mengikuti materi dengan baik serta aktif dalam sesi tanya jawab dan evaluasi. Respons positif tersebut menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap pentingnya pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru STIKES Rajekwesi Bojonegoro diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai kekerasan seksual, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan sosialisasi pun berlangsung dengan lancar dan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.


Posting Komentar