STIKes Rajekwesi Bojonegoro Berpartisipasi dalam Pelatihan Satria Biru II Pelatihan Dasar Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

 

Bojonegoro, 22 Agustus 2026 — STIKes Rajekwesi Bojonegoro turut berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Satria Biru (Pelatihan Dasar Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Angkatan II yang diselenggarakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Wisata BaBo, Sidobandung, Balen, Bojonegoro.

Dalam kegiatan ini, STIKes Rajekwesi Bojonegoro mengirimkan tiga peserta, yaitu Agus Setia Rega, Randy Agung Anantha, dan Dipta Aji Mahendra (mahasiswa S1 Keperawatan Angkatan 2024).

Pelatihan Satria Biru merupakan kegiatan yang memberikan pembekalan dasar mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran, teknik pemadaman api, penggunaan APAR dan alat pemadaman sederhana, penanganan kebocoran LPG secara aman, evakuasi dan penyelamatan sederhana, pertolongan pertama dasar, manajemen stres dan pengendalian diri, serta komunikasi efektif dalam keadaan darurat.

Kegiatan pelatihan berlangsung melalui sesi pembelajaran bersama dan sesi kelompok. Para peserta mendapatkan materi secara teori sekaligus pembekalan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat dan situasi kebencanaan.

Ahmad Bustanul Arifin, S.STP., M.M. selaku Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Satria Biru menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran dan penyelamatan.

“Melalui Pelatihan Satria Biru ini, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada para peserta agar mampu memahami langkah-langkah yang tepat ketika menghadapi kejadian kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.”

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama mengenai pencegahan kebakaran serta kemampuan melakukan pertolongan dan penyelamatan secara tepat.

“Penanganan kebakaran bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan kemampuan untuk melakukan tindakan awal secara aman sebelum petugas tiba di lokasi.”

Ahmad Bustanul Arifin juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat serta mampu meningkatkan kesiapsiagaan kita bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.”

Keikutsertaan mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Rajekwesi Bojonegoro dalam kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk menambah wawasan dan keterampilan di luar pembelajaran akademik. Pengetahuan mengenai penanganan keadaan darurat dan penyelamatan diharapkan dapat mendukung kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang mampu memberikan respons secara cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan.

Melalui kegiatan Pelatihan Satria Biru, STIKes Rajekwesi Bojonegoro terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama