STIKes Rajekwesi dan STIE Cendekia Bojonegoro Laksanakan PKM Pemberdayaan UMKM Disabilitas Berbasis Herbal Evidence Based Medicine

 

Bojonegoro – STIKes Rajekwesi Bojonegoro bersama STIE Cendekia Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka Program Hibah PKM Kemendiktisaintek Tahun 2026 dengan tema “Pemberdayaan dan Peningkatan UMKM Disabilitas dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine (EBM)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian UMKM disabilitas dalam mengembangkan produk herbal yang berkualitas, aman, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran yang efektif guna memperluas jangkauan pasar produk UMKM disabilitas.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars STIKes Rajekwesi, dilanjutkan sambutan-sambutan, doa, dokumentasi dan foto bersama, serta penyampaian materi pelatihan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya.

Materi pertama bertajuk “Pelatihan Penetapan Harga, Segmentasi Pasar, dan Laporan Keuangan” disampaikan oleh Dewi Rochmayanti, S.E., M.M. Materi ini memberikan pemahaman mengenai strategi menentukan harga produk yang tepat, mengenali target pasar, serta pentingnya pengelolaan keuangan usaha yang baik.

Selanjutnya, materi kedua mengenai “Pemilihan Bahan Baku Herbal dan Standarisasi” disampaikan oleh apt. Belinda Arbitya Dewi, S.Farm. Peserta mendapatkan wawasan tentang pentingnya pemilihan bahan baku yang berkualitas dan proses standarisasi produk herbal agar memenuhi standar keamanan dan mutu.

Materi ketiga disampaikan oleh apt. Rony Setianto, S.Si., M.Farm. dengan topik “Cara Pembuatan Sediaan Herbal Sederhana dan Formulasi Produk Herbal Sesuai CPOTB”. Materi ini memberikan pembekalan teknis kepada peserta mengenai proses produksi herbal yang sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro sekaligus Kabid Pelayanan Rehabilitasi Sosial Ibu Nafiatin Ni’mah, S.E., Kepala Desa Dander Bapak H. Juprianto, Ketua STIKes Rajekwesi Bojonegoro Ibu Evita Isnanda Putri, S.Kep., Ners., M.Kep. beserta jajaran, Wakil Ketua III STIE Cendekia Bojonegoro Bapak Ahmad Saifurriza Effasa, S.H.I., M.M., Ketua Mitra Bapak Aneko Warno, serta Ketua Pelaksana PKM apt. Rony Setianto, S.Si., M.Farm.

Dalam sambutannya, Ketua STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Evita Isnanda Putri, S.Kep., Ners., M.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan PKM merupakan salah satu implementasi nyata program Kampus Berdampak yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya UMKM disabilitas. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

“Melalui sinergi yang baik, setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kompetensinya sehingga mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM disabilitas. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Nafiatin Ni’mah, S.E. menyampaikan bahwa sasaran program sebaiknya difokuskan kepada pelaku UMKM disabilitas yang memiliki kemauan kuat untuk berkembang, terbuka terhadap pembelajaran dan digitalisasi, serta telah memiliki produk herbal yang siap ditingkatkan kualitasnya berbasis Evidence Based Medicine.

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan usaha pada era digital saat ini tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi lebih pada kemauan, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan strategi pemasaran digital. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memiliki mental yang tangguh, berani mempromosikan produk, serta mampu memanfaatkan media digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tampak aktif dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi penyampaian materi dan diskusi. Berbagai pertanyaan, pengalaman, serta masukan disampaikan peserta terkait pengelolaan usaha, pengembangan produk herbal, hingga strategi pemasaran digital. Diskusi yang berlangsung kondusif menghasilkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas produk herbal UMKM disabilitas sekaligus memperluas akses pemasaran secara berkelanjutan.

Melalui program hibah PKM Kemendiktisaintek Tahun 2026 ini, STIKes Rajekwesi Bojonegoro dan STIE Cendekia Bojonegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM disabilitas sehingga mampu menciptakan produk herbal yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Penulis: Aurora Oktapraja Uswatun Khazanah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama