BEM STIKes Rajekwesi Bojonegoro Gelar Bina Desa Edukasi Bahaya Hipertensi dan Pemanfaatan Kumis Kucing di Desa Margomulyo

 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Rajekwesi Bojonegoro melaksanakan kegiatan Bina Desa bertema “Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Hipertensi sebagai Faktor Risiko Stroke melalui Edukasi dan Pemanfaatan Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai Terapi Pendukung” pada Rabu, 6 Mei 2026 di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti oleh warga Desa Margomulyo dengan suasana yang penuh antusias, tertib, dan berlangsung secara kondusif hingga acara selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Rony Setianyo, S.Si., M.Farm selaku Wakil Ketua III STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Bidan Etik selaku Bidan Desa Margomulyo, kader Posyandu Desa Margomulyo, anggota Badan Eksekutif Mahasiswa STIKes Rajekwesi Bojonegoro, serta masyarakat Desa Margomulyo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah, asam urat, kolesterol, dan gula darah bagi masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Rony Setianyo, S.Si., M.Farm yang menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya stroke. Dalam penyampaiannya, beliau juga menjelaskan mengenai pemanfaatan tanaman herbal kumis kucing sebagai terapi pendukung dalam membantu menjaga kesehatan tubuh.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi dokumentasi dan pretest sebelum memasuki pemaparan materi utama. Materi disampaikan oleh Serly Patrisa dan Nur Alvin mengenai hipertensi, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan hipertensi melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan bahan alami berupa tanaman kumis kucing. Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan demonstrasi mengenai pengolahan dan pemanfaatan tanaman kumis kucing sebagai terapi pendukung kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara pemateri dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait cara pencegahan hipertensi dan pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan sekitar. Setelah sesi materi selesai, peserta mengikuti posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah edukasi diberikan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian tanaman kumis kucing kepada warga sebagai bentuk dukungan agar masyarakat dapat menerapkan edukasi yang telah diberikan.

Kegiatan Bina Desa ini diselenggarakan sebagai sarana untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam pencegahan penyakit hipertensi dan diabetes melalui pendekatan edukatif serta pemanfaatan bahan alami. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus pengaplikasian ilmu keperawatan dan keterampilan yang dimiliki oleh anggota BEM STIKes Rajekwesi Bojonegoro secara langsung di tengah masyarakat.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama