Bojonegoro – Kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025/2026 di STIKes Rajekwesi Bojonegoro kini berada di tangan pemuda inspiratif, Serly Patrisa Indityas. Mahasiswi Program Studi S1 Keperawatan semester 6 ini resmi mengemban amanah sebagai Ketua BEM dengan semangat tanggung jawab dan komitmen tinggi terhadap kemajuan mahasiswa.
Lahir di Tuban, 17 September 2005, Serly sapaan akrabnya mulai aktif berorganisasi sejak semester 2. Ia mengawali kiprahnya sebagai panitia PKKMB 2024, kemudian melanjutkan peran sebagai anggota BEM STIKes Rajekwesi Bojonegoro Divisi Penalaran pada semester 3. Sejak saat itu, semangatnya dalam dunia organisasi terus berkembang.
Tidak hanya aktif di internal kampus, Serly juga memiliki pengalaman organisasi di luar, seperti Fiksi Indonesia, Presentasi Junior Indonesia, JA Finance Indonesia, hingga Student Company. Berbagai pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang matang dan adaptif. Dalam bidang prestasi, Serly mencatatkan sejumlah pencapaian membanggakan, di antaranya Juara 2 Nasional Asuhan Keperawatan dan Mahasiswa Berprestasi pada tahun 2025.
Pada PKKMB 2025, ia dipercaya sebagai ketua panitia, sebuah amanah yang menjadi pengalaman penuh tantangan baginya.
“Menjadi Ketua PKKMB 2025 adalah tantangan tersendiri karena waktu persiapan hanya tiga minggu setelah kegiatan Dies Natalis. Banyak perbedaan pendapat yang muncul, dan di situlah peran pemimpin diuji untuk menjadi penyeimbang dari seluruh pendapat yang ditampung,” ungkapnya.
Sebagai Ketua BEM, Serly memiliki pandangan jelas tentang sosok pemimpin yang ideal. “Pemimpin yang ideal adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang bertanggung jawab, mampu menjadi teladan, komunikatif, terbuka terhadap kritik dan saran, serta mampu merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan,” jelasnya.
Ia pun menyadari tantangan ke depan tidaklah ringan. Menurutnya, menjaga konsistensi kinerja pengurus, menyatukan berbagai karakter dalam satu tim, serta menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan mahasiswa yang terus berkembang menjadi tantangan terbesar selama masa kepengurusan.
Untuk menjaga kekompakan tim, Serly mengedepankan komunikasi terbuka dan evaluasi rutin. Prinsip yang selalu ia pegang dalam memimpin adalah, “Memimpin dengan keterbukaan, fleksibilitas, dan bekerja dengan tanggung jawab.”
Bagi Serly, organisasi bukan sekadar wadah kegiatan mahasiswa. “Organisasi adalah tempat belajar yang sesungguhnya. Di dalamnya saya belajar tentang kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama tim, serta bagaimana menyelesaikan masalah secara bijaksana,” tuturnya.
Dalam perjalanan kepemimpinannya, Serly mengaku terinspirasi oleh B. J. Habibie. Ia mengagumi bagaimana Habibie mampu memimpin dalam waktu singkat namun memberikan dampak besar bagi bangsa.
Meski aktif berorganisasi, Serly tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama. Ia menerapkan skala prioritas dan jadwal harian yang disiplin agar mampu menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa dan Ketua BEM. Di sela kesibukannya, ia gemar membaca buku, bermusik, serta mengikuti kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat.
Sebagai penutup, Serly menyampaikan harapannya untuk seluruh mahasiswa STIKes Rajekwesi Bojonegoro agar menjadi pribadi yang aktif, kritis, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia juga berpesan kepada pengurus BEM dan UKM yang baru dilantik untuk bekerja penuh tanggung jawab dan menjaga kekompakan.
Sebagai motivasi, ia menyampaikan kalimat yang menjadi refleksi semangatnya dalam memimpin:
“Disaat sebagian dari generasi kita memilih untuk nyaman, kalian berdiri memilih belajar bertanggung jawab. Disaat mereka ingin didengar, kita belajar untuk mendengar.”


Posting Komentar