Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKes Rajekwesi Bojonegoro Kelompok 4 Dusun Lemah Bang melaksanakan kegiatan “Edukasi Makanan Sehat Ala Nabi, Bye-Bye Perut Sakit” pada Sabtu, 17 Januari 2025, bertempat di SDN 2 Margomulyo. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 91 siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan suasana yang tertib, ceria, dan penuh antusiasme.
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi sejak usia dini sebagai langkah awal pencegahan penyakit hipertensi. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Pemateri dari KKN Kelompok 4, Alfi Alvaidah, menyampaikan bahwa makanan sehat adalah makanan dengan gizi seimbang.
“Makanan sehat itu terdiri dari nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk yang mengandung protein, dan sayur. Kita juga harus menghindari makanan tidak sehat seperti jajanan sembarangan, makanan terlalu pedas, dan makanan yang mengandung minyak berlebih,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kebiasaan yang diajarkan dalam Islam terkait pola makan.
“Sebelum dan sesudah makan, kita harus mencuci tangan dan berdoa sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW agar makanan yang kita konsumsi membawa kebaikan bagi tubuh,” tambahnya.
Rangkaian acara dimulai setelah kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj, dilanjutkan dengan pembukaan serta perkenalan seluruh anggota KKN Kelompok 4. Kegiatan inti berupa penyampaian materi edukasi makanan sehat kemudian dilanjutkan dengan permainan cerdas cermat yang melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Sesi permainan ini berlangsung meriah dan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Seluruh anggota KKN Kelompok 4 Dusun Lemah Bang turut hadir dan terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan serta mengikuti setiap rangkaian acara dengan semangat.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa SDN 2 Margomulyo dapat mulai membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta mengurangi jajanan tinggi garam dan lemak. Pencegahan hipertensi diharapkan dapat dimulai sejak dini melalui pola makan sehat dan perilaku hidup bersih yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Leni Windayanti (Kelompok 4 KKN STIKes Rajekwesi Bojonegoro)


Posting Komentar